ZMedia Purwodadi

Mau Jadi Apa Anda?” Prof. Yos Sunitiyoso Ajak Lulusan ISI Padangpanjang Berkarya dan Berdampak

Table of Contents
PADANGPANJANG — “Setelah diwisuda hari ini, Anda mau menjadi apa?”

Pertanyaan reflektif tersebut mengawali orasi ilmiah Prof. Yos Sunitiyoso, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, di hadapan lebih dari 400 wisudawan dan wisudawati Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang.

Dalam orasinya, Prof. Yos menyampaikan bahwa pada hari wisuda, setiap lulusan sesungguhnya menerima dua hal. Pertama, ijazah sebagai bukti formal bahwa mereka telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan akademik, baik sarjana, sarjana terapan, magister maupun doktor. Kedua, sesuatu yang tidak terlihat, tetapi jauh lebih penting, yaitu tanggung jawab.

“Mulai hari ini, Anda tidak lagi hanya dinilai dari hasil ujian, tetapi dari apa yang Anda lakukan dengan ilmu, karier, dan karakter Anda,” pesannya.

Menurut Prof. Yos, wisuda bukanlah titik akhir proses pendidikan, melainkan pintu awal untuk membuktikan jati diri di tengah kehidupan nyata. Dunia tidak hanya menanyakan gelar yang dimiliki seseorang, tetapi juga mempertanyakan kompetensi, kredibilitas, dan jejaring yang telah dibangunnya.

Ada tiga pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh setiap lulusan. Pertama, “Apa yang bisa Anda lakukan?” sebagai ukuran kompetensi. Kedua, “Untuk melakukan apa Anda dapat dipercaya?” yang berkaitan dengan kredibilitas dan reputasi. Ketiga, “Siapa yang mengenal Anda?” yang menunjukkan pentingnya jejaring dalam perjalanan profesional.
Namun, jejaring tidak sekadar berarti mengenal banyak orang. Jejaring harus dibangun melalui kepercayaan. Prosesnya dimulai dengan mengenali orang dan ekosistem yang relevan, memberikan nilai dan manfaat kepada pihak lain, bekerja sama dalam penciptaan karya, proyek maupun penelitian, kemudian merawat hubungan yang telah terbentuk.

Prof. Yos juga mengingatkan lulusan agar memanfaatkan ekosistem alumni, industri, komunitas, perguruan tinggi, serta jejaring nasional dan internasional. Alumni terdahulu dapat menjadi mentor, mitra, ataupun pembuka jalan menuju kesempatan kerja. Industri menjadi ruang untuk menguji karya berdasarkan kebutuhan pasar, standar mutu, dan perkembangan inovasi. Sementara itu, komunitas menjadi tempat untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Dalam membangun karier, para lulusan diminta tidak hanya mengejar kenaikan jabatan. Karier, menurutnya, merupakan perjalanan untuk memperbesar kapasitas dan memperluas dampak. Pada tahun-tahun awal, lulusan dapat berfokus pada eksplorasi, pembelajaran, penguatan keterampilan, serta keberanian mencoba berbagai proyek. Setelah itu, mereka diharapkan mampu berkarya secara lebih mandiri, membangun kemitraan strategis, dan akhirnya menjadi sosok yang membina, memimpin, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Setiap orang tentu memiliki perjalanan hidup dan waktu pencapaian yang berbeda. Karena itu, keberhasilan tidak semestinya diukur hanya dari siapa yang lebih cepat memperoleh posisi tertentu, melainkan dari kualitas proses, karya, dan manfaat yang dihasilkan.

“Karya Anda akan tetap berbicara meskipun Anda tidak berada di dalam ruangan tersebut,” tegasnya.

Kualitas seorang lulusan setidaknya dapat dilihat melalui empat hal. Pertama, karya sebagai rekam jejak fisik maupun digital yang membuktikan kemampuan secara nyata. Kedua, dampak, yaitu persoalan yang berhasil dipecahkan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ketiga, reputasi, yakni penilaian serta kepercayaan orang lain terhadap kualitas karya. Keempat, konsistensi, yaitu kemampuan mempertahankan kualitas tersebut secara berulang dan berkelanjutan.

Prof. Yos menilai kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kekuatan utama lulusan ISI Padangpanjang. Pendidikan seni telah membentuk mahasiswa untuk mencipta, membaca kemungkinan baru, dan menghasilkan gagasan yang berbeda. Kekuatan tersebut harus dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi, literasi digital, dan kecerdasan buatan untuk mendukung proses penciptaan dan inovasi.

Meskipun demikian, penguasaan teknologi tetap harus berjalan bersama empati, karakter, kemampuan beradaptasi, ketangguhan, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial.

Sebagai insan seni, kontribusi lulusan tidak boleh berhenti pada penciptaan produk visual atau pertunjukan semata. Kreativitas harus menjadi cara untuk membaca dan mengubah dunia melalui tiga wilayah utama, yaitu budaya, ekonomi, dan masyarakat.

Dalam bidang budaya, seni berfungsi menjaga identitas, memori, tradisi, dan keberagaman Indonesia agar tetap hidup serta relevan. Dalam bidang ekonomi, seni menghasilkan nilai tambah melalui industri kreatif, desain, media, hiburan, dan kewirausahaan. Sementara dalam kehidupan masyarakat, seni dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, inklusi sosial, pengembangan ruang publik, dan pemberdayaan masyarakat.

“Karya yang baik membuat orang melihat, tetapi karya yang hebat membuat orang bergerak melakukan sesuatu. Jadikan seni Anda sebagai penggerak perubahan,” ajaknya.

Kontribusi lulusan juga perlu diarahkan kepada tiga tujuan. Pertama, untuk diri sendiri melalui penguatan kompetensi, karakter, dan potensi agar memiliki daya tawar serta kapasitas kontribusi yang lebih besar. Kedua, untuk almamater dengan menjadi bagian aktif dari keluarga besar ISI Padangpanjang dan menghadirkan prestasi yang membanggakan. Ketiga, untuk bangsa Indonesia dengan menjaga keberagaman budaya, memperkaya kreativitas nasional, serta menghadirkan keindahan dan makna melalui karya seni.
Prof. Yos mengajak seluruh wisudawan mengubah cara pandang dari sekadar menanyakan apa yang akan mereka peroleh menjadi apa yang dapat mereka berikan.

“Suatu hari nanti, orang tidak lagi hanya bertanya Anda lulus dari mana. Mereka akan bertanya: apa yang telah Anda lakukan?”

Pada akhir orasinya, Prof. Yos menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah resmi menyelesaikan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa berakhirnya masa studi justru menandai dimulainya perjalanan baru untuk membuktikan kompetensi, membangun kepercayaan, memperluas jejaring, dan menghadirkan kontribusi.

“Bangunlah jejaring, bangunlah karier, dan bangunlah kontribusi Anda. Jadilah alumni ISI Padangpanjang yang berdaya, berdampak, serta mengharumkan nama keluarga, almamater, dan bangsa melalui karya-karya terbaik. Selamat berkarya untuk Indonesia,” tutupnya.