Lokakarya Pembelajaran MAN 1 Solok Plus Keterampilan Resmi Ditutup, Kakan Kemenag Kabupaten Solok Tekankan Empat Manfaat Kurikulum Berbasis Cinta
Table of Contents
Bukittinggi, 24 Juni 2026– Kegiatan Lokakarya Pembelajaran MAN 1 Solok Plus Keterampilan Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 23 hingga 24 Juni 2026 di Hotel Grand Malindo Bukittinggi, resmi ditutup oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dedi Wandra
Kegiatan yang mengusung tema Melalui Lokakarya Pembelajaran Kita Tingkatkan Semangat Guru untuk Bersinergi dan Berinovasi, Menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta melalui Pembelajaran Berbasis Digital ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Solok Plus Keterampilan. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai sesi penyusunan perangkat pembelajaran, penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta penyusunan program kerja akademik tahun pelajaran 2026/2027.
Turut hadir dalam kegiatan penutupan tersebut Kepala MAN 1 Solok Plus Keterampilan,Ibu Febrita, S.Pd., M.Pd.I, Kepala Tata Usaha ibu Gusminar, SE dan serta seluruh peserta lokakarya.
Dalam sambutannya, Dr. H. Dedi Wandra, M.A menyampaikan apresiasi atas kesungguhan dan semangat seluruh peserta selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, lokakarya bukan hanya sekadar menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Beliau menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi ruh dalam setiap proses pembelajaran di madrasah. Kurikulum ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun hubungan yang humanis antara guru dan peserta didik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan empat manfaat utama Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu:
1. Meningkatkan Motivasi Belajar
Melalui pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, penghargaan, dan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik, siswa akan merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk belajar serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
2. Meningkatkan Keterlibatan Siswa
Kurikulum Berbasis Cinta mendorong terciptanya pembelajaran yang aktif dan partisipatif sehingga peserta didik lebih terlibat dalam proses belajar, diskusi, dan berbagai aktivitas pembelajaran lainnya.3. Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Anak
Suasana belajar yang positif dan menghargai setiap ide peserta didik akan memberikan ruang bagi mereka untuk berpikir kreatif, berani berinovasi, serta mampu menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat.
4. Meningkatkan Keterampilan Anak
Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik akan membantu mereka meningkatkan berbagai keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di dalam kelas. Guru harus menjadi teladan yang mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, memotivasi, dan membangun karakter peserta didik. Dengan demikian, madrasah akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan, ungkap beliau.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Solok Plus Keterampilan, Ibu Febrita, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Kasi Penmad, narasumber, serta seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan lokakarya. Beliau berharap hasil yang diperoleh selama kegiatan dapat segera diimplementasikan dalam proses pembelajaran di madrasah.
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan hasil lokakarya kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, sesi foto bersama, serta doa penutup. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru MAN 1 Solok Plus Keterampilan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, humanis, dan berbasis digital guna mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing. (Fauzi/Humas)