ZMedia Purwodadi

Menteri Imigrasi Ungkap Identitas Mantan Tentara Israel Kelola Vila Mewah di Bali

Table of Contents

Ogan Aktual - Kabar mantan tentara Israel mengelola vila mewah di Bali sampai ke telinga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Indrianto.

Menurut Menteri Imipas Agus Andrianto, jajaran Imigrasi masih mengecek dugaan dua mantan tentara Israel (Israel Defence Forces/IDF) mengelola mewah di Bali.

"Ini lagi dicek sekarang. Tim lagi di sana ya, lagi operasi," ujar Menteri Imipas Agus Andrianto dilansir dari Antara.

Dugaan mantan tentara IDF mengelola vila di Bali menjadi bahasan publik sejak sebulan lalu.

Dua warga Israel yang diduga pernah berdinas di IDF itu, merupakan satu orang laki-laki, dan satu orang perempuan.

Satu dari dua orang itu diyakini bernama Shachar Gornen.

Shachar Gornen diketahui banyak mempublikasikan dirinya sebagai seorang pengelana dan pembuat konten perjalanan.

Berdasar penelusuran beberapa pengguna media sosial, Shachar Gornen diketahui aktif mengelola akun Instagram @gonenvillasbali.

Sebelum ramai menjadi perbincangan publik, akun itu aktif memamerkan konten-konten promosi vila-vila mewah bergaya tropis modern, yang eksklusif.

Namun, saat ini akun itu menjadi akun privat, dan tidak memiliki unggahan serta pengikut.

Begitu pun dengan akun pribadi Shachar Gornen di media sosial Instagram juga privat.

Konten-kontennya hanya dapat dilihat oleh mereka yang diizinkan menjadi pengikut akunnya.

Meski demikian, cuplikan kontennya di Instagram, termasuk yang menampilkan vila-vila mewah di Bali, masih dapat diakses dari mesin pencari Google.

Shachar Gornen diketahui masuk Indonesia karena mendaftarkan diri berasal dari Jerman.

Shachar Gornen diketahui sebagai orang Jerman oleh otoritas Imigrasi di Bali.

Shachar Gornen dikabarkan masuk menggunakan KITAS Investor, dan visanya berlaku sampai dengan Maret 2026.

Di Bali, dia dikabarkan tinggal di daerah Pererenan, Mengwi, Kabupaten Badung.

Sebagai pemegang KITAS Investor, Shachar berada di bawah naungan salah satu perusahaan Indonesia, yang bertindak sebagai penjamin.

Menteri Agus Andrianto mengatakan ada 100 warga negara asing (WNA) yang terjaring dalam operasi yang digelar Imigrasi di Bali.

Namun, untuk pelanggaran yang dilakukan ratusan WNA itu belum terkonfirmasi.