Pemprov Sumsel Kaji Sungai Lematang untuk Alternatif Jalur Angkutan Batu Bara

Ogan Aktual - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan mengkaji kemungkinan pemanfaatan Sungai Lematang sebagai jalur transportasi angkutan batu bara.
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menyebut bahwa jalur transportasi lewat air dinilai lebih aman dan efisien, serta untuk mengurangi dampak lalu lintas angkutan batu bara di jalan umum.
“Kami akan lakukan survei terlebih dahulu agar bisa mengetahui kondisi alur sungai. Ini penting agar kejadian seperti insiden di Sungai Lalan tidak terulang,” sebut Cik Ujang, Kamis (7/8/2025).
Dia menyebut izin pemanfaatan alur Sungai Lematang untuk angkutan batu bara sebenarnya telah diterbitkan sekitar lima tahun lalu. Namun, belum dimanfaatkan secara maksimal karena kondisi debit air yang tidak stabil.
“Di musim kemarau, air cenderung surut sehingga menyulitkan tongkang untuk melintas. Sebaliknya, saat musim hujan, debit air meningkat dan bisa mendukung aktivitas pengangkutan,” ungkap Cik Ujang.
Kata Cik Ujang, saat ini jalur sungai yang sudah aktif digunakan berada di wilayah Muara Lematang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena memiliki akses langsung ke Sungai Musi.
"Untuk Kabupaten Lahat dan Muara Enim masih dalam tahap kajian lebih lanjut," kata Cik Ujang.
Menurutnya, apabila jalur Sungai Lematang dinilai layak maka peluang kerja sama dengan investor akan dibuka untuk mendukung pengembangan jalur tersebut.
“Ini bagian dari upaya kami untuk mengurangi beban jalan negara dan menghindari konflik sosial akibat lalu lintas truk batu bara. Saat ini, ada sekitar 30 rotasi per hari yang masih menggunakan jalur darat,” terang Cik Ujang.
Menurut Cik Ujang, kondisi Sungai Musi saat ini cukup baik dengan debit air yang memadai dan volume angkutan yang terus meningkat.
Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel juga tengah mengevaluasi kapasitas muara Sungai Lematang sebagai bagian dari studi kelayakan yang lebih komprehensif.
“Kami berharap survei ini bisa memberikan gambaran utuh. Jika memungkinkan, Sungai Lematang dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk transportasi batu bara di Sumsel,” tutup Cik Ujang.