500 Halaman, Roy Suryo Buka Buku Dugaan Ijazah Palsu Jokowi di Hari Kemerdekaan

Buku tentang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi akan Dirilis Tahun 2025
Pada tahun 2025, sebuah buku yang berisi dugaan mengenai ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dirilis. Buku ini akan diterbitkan oleh tiga orang yang terlibat dalam penulisan, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Rencana penerbitan buku ini disampaikan melalui konferensi pers yang diadakan di Jakarta.
Roy Suryo menyampaikan bahwa buku tersebut akan dirilis pada 17 Agustus 2025, tepatnya pada peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menyebut buku ini sebagai "kado yang sangat indah" untuk momen penting tersebut. Menurutnya, buku ini akan memiliki panjang sekitar 500 halaman dan berupa white paper ilmiah.
Dalam penjelasannya, Roy Suryo menjelaskan bahwa masing-masing anggota tim memiliki peran spesifik dalam menulis buku ini. Rismon Hasiholan Sianipar bertanggung jawab atas detail teknis, termasuk analisis RGB, lintasan cap, image comparison, dan face recognition. Sementara itu, Roy Suryo sendiri akan menulis bagian awal buku, mulai dari prakata hingga kisah mengenai dugaan ijazah palsu tersebut. Ia juga akan membahas isu-isu seperti Declaration of Human Right, Undang Undang Dasar 1945, serta beberapa undang-undang lainnya, seperti Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008, Undang Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008, Nomor 19 Tahun 2016, dan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2024.
Di sisi lain, Tifauzia Tyassuma atau yang lebih dikenal dengan nama dokter Tifa akan menulis bagian mengenai perilaku. Ia akan fokus pada aspek psikologis dan sosial terkait dugaan ijazah palsu tersebut. Roy Suryo menekankan bahwa semua isi buku ini akan disusun secara terpadu, sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
Buku ini akan diterbitkan dalam dua versi, yaitu versi cetak dan digital. Hal ini dimaksudkan agar buku dapat diakses oleh berbagai kalangan, baik yang lebih menyukai media fisik maupun digital. Selain itu, Roy Suryo menyatakan bahwa buku ini akan diterbitkan secara internasional di 25 negara. Ia menegaskan bahwa timnya bertanggung jawab penuh atas isi buku tersebut.
Ia juga menantang pihak-pihak yang tidak setuju dengan isi buku ini untuk merespons dengan cara yang sama, yaitu melalui buku ilmiah. Roy Suryo percaya bahwa dengan penerbitan buku ini, masyarakat akan mendapatkan informasi lebih jelas mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi. Namun, ia juga menyadari bahwa topik ini bisa memicu perdebatan dan kontroversi. Meski demikian, ia tetap berkomitmen untuk menyajikan informasi secara objektif dan berdasarkan data yang tersedia.
Dengan penerbitan buku ini, Roy Suryo dan timnya berharap dapat memberikan kontribusi dalam diskusi publik mengenai isu keabsahan ijazah para tokoh nasional. Mereka berharap buku ini dapat menjadi bahan referensi bagi masyarakat luas dan menambah wawasan mengenai masalah yang sedang dibahas.