ZMedia Purwodadi

Pengantin Wanita Buka Baju dan Batalkan Pernikahan Karena Calon Suami Sembunyikan Anak

Table of Contents
Pengantin Wanita Buka Baju dan Batalkan Pernikahan Karena Calon Suami Sembunyikan Anak

Peristiwa Pernikahan yang Viral: Wanita Tiba-Tiba Batalkan Acara dan Pria Lepas Maharnya

Sebuah peristiwa pernikahan yang memicu reaksi keras dari masyarakat terjadi di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Seorang calon pengantin wanita tiba-tiba menanggalkan gaun pengantinnya dan membatalkan acara pernikahannya beberapa jam sebelum upacara digelar. Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah kisahnya beredar luas.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi setelah sang pengantin wanita mengetahui rahasia gelap tentang calon suaminya. Salah satu kerabat mengungkapkan bahwa pihak mempelai pria diam-diam memiliki seorang anak laki-laki yang disembunyikan. Anak tersebut kini dibesarkan oleh neneknya di pedesaan, sementara pihak keluarga tidak pernah membicarakan hal ini kepada mempelai wanita.

Ketika mengetahui rahasia tersebut, sang pengantin wanita merasa sangat marah. Ia langsung menanggalkan gaun pengantinnya di hadapan semua tamu undangan dan meninggalkan lokasi acara dengan penuh tekad. Sang pengantin pria mencoba mengejar dan bertanya apa yang salah, tetapi ia tidak mendapatkan jawaban. Pengantin wanita memilih untuk tidak menoleh lagi dan melanjutkan pergi.

Alasan utama ia membatalkan pernikahan adalah karena merasa ditipu. Menurutnya, pihak mempelai pria menyembunyikan kebenaran yang seharusnya sudah diketahui sejak awal. Ia juga menolak untuk mengembalikan mahar pernikahan sebagai ganti rugi atas tindakan yang dilakukan oleh keluarga mempelai pria.

Beberapa netizen memberikan komentar yang mendukung langkah pengantin wanita. Mereka menilai bahwa kejujuran adalah kunci dalam sebuah hubungan. Beberapa netizen juga menyatakan bahwa jika pihak mempelai pria telah jujur sejak awal, mungkin pengantin wanita akan menerima keadaan tersebut. Namun, tindakan menyembunyikan kebenaran membuat sang wanita merasa tidak dihargai.

Selain peristiwa di Tiongkok, ada juga kisah serupa yang terjadi di India. Di Kanpur, Uttar Pradesh, seorang pengantin pria membatalkan pernikahannya beberapa menit sebelum upacara digelar. Alasannya adalah karena keluarga mempelai wanita gagal memenuhi tuntutan mahar tambahan.

Pengantin pria yang bernama Badal menolak untuk menikahi Rama setelah keluarga mempelai wanita tidak dapat memenuhi permintaan tambahan mahar berupa sepeda motor dan uang senilai Rp20 juta. Karena penolakan tersebut, Badal bersama keluarganya meninggalkan lokasi pesta pernikahan.

Keputusan Badal membuat keluarga Rama sangat marah. Mereka melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Menurut Rama, seluruh biaya pesta pernikahan ditanggung oleh keluarga mempelai wanita, termasuk gedung dan makanan. Meskipun demikian, pihak mempelai pria tetap meminta tambahan mahar pada hari pernikahan.

Dalam peristiwa ini, polisi sedang melakukan investigasi terkait pembatalan pernikahan tersebut. Kasus ini juga melibatkan 49 tamu undangan yang ikut meninggalkan lokasi pesta.

Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah mahar dan kejujuran dalam hubungan sering kali menjadi penyebab besar dari pembatalan pernikahan. Dalam banyak kasus, ketidakpuasan dan kesalahpahaman bisa berujung pada konflik yang sulit dihindari.