ZMedia Purwodadi

Banjir dan Longsor Landa Tiga Wilayah, Dua Tewas dan Puluhan Rumah Rusak

Table of Contents
Featured Image

Bencana Banjir dan Longsor Mengguncang Wilayah Jawa Barat

Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Tasikmalaya, Garut, dan Sukabumi pada malam Minggu 3 Agustus 2025 memicu bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan. Bencana ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, serta merusak sejumlah rumah dan infrastruktur.

Kecamatan Singaparna Terdampak Banjir

Di Kecamatan Singaparna, desa Cikunten menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir. Sebanyak 50 keluarga di Kampung Sentral mengalami kerugian, sementara 10 rumah di Kampung Jagawaras terendam air. Selain itu, satu rumah rusak berat dan tujuh lainnya terendam di Kampung Cilembu Singaparna.

Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus. Ia juga menyampaikan bahwa evakuasi dan bantuan darurat sedang dilakukan oleh petugas.

Tragedi Longsoran di Kampung Ciburaleng

Peristiwa paling memilukan terjadi di Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang. Pada pukul 21.30, longsoran dari tebing setinggi enam meter menimpa sebuah rumah. Empat anggota keluarga Sinta—yaitu Sinta (32), Nadia (10), Nabilla (8), dan Abizar (5)—tertimbun material longsoran. Sayangnya, Nabilla meninggal di tempat kejadian, sementara ibu dan dua saudaranya mengalami luka berat dan dievakuasi ke rumah sakit.

Longsoran terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam. Dari laporan Kapolsek Cigalontang, Inspektur Polisi Satu Aan, longsoran muncul dari tebing yang ambruk saat keluarga sedang beristirahat.

Jalan Tertutup Akibat Longsoran di Salawu

Di Kecamatan Salawu, longsoran juga terjadi di Jalan Raya Provinsi yang menghubungkan Tasikmalaya dan Garut. Tebing setinggi 18 meter ambruk dan menutup sebagian jalan, menyebabkan kemacetan parah. Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, polisi, serta warga langsung melakukan evakuasi dengan alat manual seperti cangkul dan gerobak dorong.

Selain itu, longsoran juga merobohkan tembok rumah di lokasi lain. Marlina (35) mengalami luka kaki, sementara putrinya Mega (3) menderita luka di kepala. Bayi mereka, Kaesa (8 bulan), selamat tanpa luka sedikit pun. Menurut Kapolsek Salawu, Ajun Komisaris Dedi Darsono, penyebab longsoran adalah intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama.

Longsoran di Kecamatan Banjarwangi

Di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, hujan deras mengakibatkan beberapa titik longsoran. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Gina dilaporkan tewas setelah rumahnya ambruk dan menimpa dirinya saat sedang tidur bersama ibunya. Rumah korban berada persis di bawah lereng yang menjadi sumber longsoran.

Kapolsek Banjarwangi, Inspektur Polisi Dua Ipar Suparlan, menjelaskan bahwa bangunan tersebut terdiri dari lantai bawah permanen dan lantai atas berbahan kayu, yang tidak mampu menahan beban material longsoran. Di Kampung Cipadung, Desa Bojong, rumah milik Engkur mengalami kerusakan berat, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bencana di Kabupaten Sukabumi

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada tanggal 3-4 Agustus 2025 menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 10 kecamatan dan 24 desa terdampak.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa kecamatan yang terdampak berada di wilayah Sukabumi utara, antara lain Nagrak, Cisaat, Cicurug, Bojonggenteng, Parakansalak, Caringin, Kadudampit, Parungkuda, Cidahu, dan Ciambar.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tetapi sebanyak 19 keluarga dengan total 67 jiwa terdampak. Satu unit PAUD juga terkena dampak banjir. Selain itu, saluran irigasi, tempat ibadah, dan perkantoran masih dalam proses verifikasi. Gangguan akses jalan juga dilaporkan di beberapa wilayah, menghambat mobilisasi warga dan pelayanan publik.

Di Kota Sukabumi, hujan deras pada Senin 4 Agustus 2025 siang menyebabkan banjir limpasan di beberapa lokasi akibat saluran air tersumbat sampah.