Tokoh Kaya Lama di Balik Mall Grand Indonesia

Sejarah dan Struktur Grand Indonesia
Grand Indonesia adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan paling mewah di Jakarta yang menargetkan kalangan menengah atas. Lokasinya sangat strategis, berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), sehingga mudah diakses oleh banyak pengunjung.
Pembukaan Grand Indonesia untuk umum dilakukan pada April 2007. Sebelumnya, lokasi ini merupakan bekas dari Hotel Indonesia Intercontinental yang sejak diresmikan pada 5 Agustus 1962 oleh Presiden Soekarno menjadi ikon penting Jakarta dalam menyambut Asian Games IV.
Proyek pembangunan Grand Indonesia merupakan bagian dari upaya revitalisasi kawasan Hotel Indonesia. Dari proyek tersebut, kemudian dikembangkan menjadi Grand Indonesia Superblock. Kawasan ini terdiri dari tiga elemen utama, yaitu:
- Grand Indonesia Shopping Town (mal)
- Hotel Indonesia Kempinski
- Menara BCA (gedung perkantoran)
Pemilik dan Pengelola Mall Grand Indonesia
Grand Indonesia Shopping Town adalah bagian dari proyek Grand Indonesia Superblock yang dikembangkan oleh PT Djarum, salah satu konglomerasi bisnis besar di Indonesia yang dikenal melalui bisnis rokoknya. Secara khusus, pengelolaan mall ini berada di bawah kendali perusahaan properti milik Grup Djarum, yaitu PT Grand Indonesia.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Grup Djarum bukan hanya sebagai pemilik, tetapi juga pengelola langsung dari Mall Grand Indonesia. Selain itu, Grup Djarum juga mengelola proyek properti lainnya, seperti Menara BCA dan Hotel Indonesia Kempinski yang berada dalam satu kompleks.
Aset Tanah Milik Pemerintah
Meski menjadi pemilik dan pengelola, aset tanah yang digunakan untuk membangun Grand Indonesia tidak sepenuhnya dimiliki oleh Grup Djarum. Aset tanah tersebut merupakan milik pemerintah, khususnya BUMN PT Hotel Indonesia Natour (kini InJourney).
Sejarah Kerja Sama dengan Grup Djarum
Di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Menteri BUMN Laksamana Sukardi, PT Hotel Indonesia Natour menjajaki kerja sama dengan PT Cipta Karya Bumi Indah, anak usaha properti dari Grup Djarum.
PT Cipta Karya Bumi Indah awalnya menjadi pemenang lelang pengelolaan Hotel Indonesia. Perjanjian kerja sama dilakukan dengan sistem Built, Operate, and Transfer (BOT), yaitu membangun, mengelola, dan menyerahkan suatu proyek infrastruktur antara pemerintah dan swasta.
Dalam skema tersebut, PT Cipta Karya Bumi Indah membangun empat aset, yakni hotel bintang lima Kempinsky, pusat perbelanjaan Grand Indonesia West Mall, East Mall, dan fasilitas parkir. Setelah itu, perusahaan juga melakukan pengembangan dengan mendirikan dua gedung tinggi lainnya, yaitu Menara BCA dan Apartemen Kempinski.
Profil Grup Djarum
Grup Djarum sendiri adalah konglomerasi bisnis yang dimiliki oleh dua saudara konglomerat, yaitu Budi Hartono dan Bambang Hartono. Mereka telah lama dikenal sebagai tokoh bisnis yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.
Dengan begitu, sudah jelas bahwa Mall Grand Indonesia tidak hanya menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, tetapi juga menjadi simbol kekuatan ekonomi dari Grup Djarum.