Perintah Netanyahu Serang Gaza! Militer Israel Kehilangan Kendali: Siapa yang Jatuh Dulu?

Perdana Menteri Israel Mengambil Langkah Tegas untuk Menduduki Wilayah Gaza
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah mengeluarkan perintah kepada kabinetnya untuk memperkuat kontrol penuh atas wilayah Gaza. Meskipun ada kekhawatiran bahwa operasi militer dapat membahayakan para tahanan yang ditawan oleh kelompok Hamas, Netanyahu tetap bersikeras dengan rencana tersebut.
Rencana ini akan diajukan kepada kabinet Israel untuk mendapatkan dukungan, namun ternyata masih ada penolakan dari beberapa anggota pasukan pertahanan negara tersebut. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tampaknya tidak sepenuh hati dengan rencana pemerintah untuk menguasai seluruh wilayah Gaza. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara pihak militer dan pemerintah dalam menghadapi situasi di wilayah konflik tersebut.
Sementara itu, masyarakat sipil di Gaza sedang menghadapi kondisi yang semakin sulit. Wilayah tersebut saat ini dilanda kelaparan akibat blokade yang diberlakukan oleh Israel. Anak-anak dan perempuan menjadi yang paling terdampak dari kebijakan ini. Dengan ancaman pendudukan penuh, mereka diprediksi akan mengalami kesulitan yang lebih besar lagi.
Sejarah mencatat bahwa Israel pernah menguasai wilayah Gaza selama 38 tahun, mulai dari tahun 1967 hingga 2005. Pada masa itu, pasukan Israel dan pemukimnya menarik diri dari wilayah tersebut. Setelah itu, Gaza diserahkan kepada Otoritas Palestina, yang juga memiliki kendali atas sebagian wilayah Tepi Barat.
Pada tahun 2006, Hamas memenangkan pemilu dan mengambil alih kendali atas Gaza. Sejak saat itu, tidak pernah digelar pemilu lagi di wilayah tersebut. Kondisi ini memicu ketegangan politik dan militer antara berbagai pihak di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan Times of Israel, beberapa menteri di bawah pemerintahan Netanyahu menyebutkan bahwa ia menggunakan istilah "pendudukan Jalur Gaza" dalam percakapan pribadi. Hal ini menunjukkan visinya untuk memperluas operasi militer di wilayah tersebut. Seorang pejabat senior dekat dengan Netanyahu mengatakan, "Keputusan sudah diambil – kami akan menduduki Jalur Gaza sepenuhnya... Akan ada operasi bahkan di wilayah-wilayah tempat para sandera ditawan. Jika kepala staf IDF tidak setuju, ia harus mengundurkan diri."
Menurut informasi terbaru, IDF diketahui telah menguasai sekitar 75% wilayah Gaza. Dengan rencana baru ini, militer diperkirakan akan memperluas pengaruhnya hingga seluruh wilayah Gaza berada di bawah kendali Israel.
Namun, laporan Times of Israel juga menyebutkan bahwa IDF sebenarnya menentang gagasan Netanyahu untuk menguasai seluruh wilayah Gaza. Militer negara Zionis tersebut meyakini bahwa memerangi infrastruktur Hamas di wilayah tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun. Selain itu, pendekatan ini bisa membahayakan keselamatan para sandera jika pasukan Israel terlalu dekat dengan tempat mereka ditahan.