Denpasar Siap Jalankan Program Rekening Pelajar

Program Satu Rekening Satu Pelajar di Kota Denpasar
Kota Denpasar menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai pilot project nasional untuk Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan setiap pelajar memiliki rekening tabungan yang khusus diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan mereka.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Luh Made Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 90% pelajar di Kota Denpasar memiliki rekening tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) pada akhir tahun 2025. Dari total 27.385 pelajar yang ada, target ini diharapkan bisa tercapai melalui berbagai inisiatif yang dilakukan.
Salah satu langkah strategis yang digunakan adalah Gerakan Hari Rabu Menabung. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pelajar dalam bertabung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengakselerasi implementasi program KEJAR di seluruh satuan pendidikan di wilayah Kota Denpasar.
Dewi menyebutkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan kepemilikan rekening pelajar, yang menjadi salah satu persyaratan dalam penerimaan siswa baru di SMP Negeri di Kota Denpasar. Ia menekankan pentingnya menabung sebagai gerakan kultural yang khas Denpasar, yang dapat membentuk kebiasaan baik sejak dini.
Untuk mencapai target tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali mencanangkan Gerakan Hari Rabu Menabung. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar di Bali.
Deputi Direktur Pengawasan LJK 3, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan menabung di kalangan pelajar sebagai bagian dari literasi dan pengelolaan keuangan yang baik sejak usia dini. Ia menambahkan bahwa melalui program ini, pelajar akan lebih rajin menabung sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang baik sejak dini.
Menurut Jimmy, dengan menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung secara rutin, kebiasaan berinvestasi dan kedisiplinan finansial dapat tumbuh dalam diri pelajar. Apalagi pencanangan ini dilakukan pada saat Hari Anak Nasional, yang menjadi momen penting untuk memberikan perhatian khusus kepada generasi muda.
OJK berharap melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, budaya menabung dapat ditanamkan secara berkelanjutan di kalangan pelajar. Hal ini diharapkan turut mendorong peningkatan inklusi keuangan nasional, serta membangun fondasi yang kuat dalam pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin.