BP Batam Percepat Pembersihan Eceng Gondok di Waduk Duriangkang

Peran Waduk Duriangkang dalam Suplai Air Bersih
Waduk Duriangkang memiliki peran penting sebagai sumber air bersih utama bagi warga Batam. Sebagai waduk yang menyuplai sekitar 70% kebutuhan air bersih, waduk ini memegang peranan krusial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dibangun pada tahun 1999 dan mulai beroperasi pada tahun 2021, waduk ini terletak di kawasan hutan lindung sehingga menjaga keberlanjutan lingkungan sekitarnya.
Secara teknis, kapasitas volume waduk mencapai 101.200.000 meter kubik dengan kapasitas terpasang Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) sebesar 3000 liter per detik. Tahun 2025 nanti, akan ada tambahan kapasitas sebesar 500 liter per detik dari IPA DK. Dengan adanya penambahan ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan air bersih.
Ancaman Eceng Gondok yang Meningkat
Meskipun memiliki fungsi vital, Waduk Duriangkang menghadapi tantangan besar berupa pertumbuhan eceng gondok yang semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh masuknya nutrien dari aktivitas rumah tangga, sedimentasi, serta pencemaran lingkungan. Eceng gondok memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang cepat berkembang biak, sehingga dapat melimpah dalam waktu singkat.
Kehadiran eceng gondok bisa mengganggu suplai oksigen ke dasar waduk, menghambat penetrasi cahaya matahari yang diperlukan bagi kehidupan air, dan berpotensi menurunkan kualitas air baku. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam yang bertanggung jawab atas pengelolaan waduk tersebut.
Upaya BP Batam dalam Membersihkan Eceng Gondok
Untuk mengatasi permasalahan ini, BP Batam setiap tahun melakukan pembersihan eceng gondok. Saat ini, BP Batam memiliki dua alat utama yaitu satu unit mesin longarm exavacator amphibius dan satu unit weed harvesyer. Pembersihan dilakukan baik secara manual maupun menggunakan alat tersebut.
Pada tahun 2023, luasan area yang dibersihkan mencapai 145 hektar. Sementara itu, pada tahun 2024 luasan yang dibersihkan mencapai 67 hektar. Untuk tahun 2025, target pembersihan adalah sebesar 114 hektar. Proses pembersihan saat ini masih berlangsung, baik secara manual di sekitar pinggiran waduk maupun menggunakan kedua alat tersebut.
Inovasi dan Kerja Sama Masa Depan
BP Batam juga sedang merancang inovasi untuk mengoptimalkan manfaat dari eceng gondok. Salah satunya adalah kerja sama dengan pihak-pihak yang tertarik untuk mengubah eceng gondok menjadi pupuk organik tanaman atau bahan baku kerajinan tangan. Ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan limbah alami menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.
Dengan upaya-upaya ini, diharapkan kondisi waduk Duriangkang tetap terjaga, sehingga dapat terus memberikan layanan air bersih yang aman dan andal bagi masyarakat Batam. Selain itu, keberlanjutan lingkungan juga akan terjaga, menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan perlindungan alam.