Pertama di Tanah Papua, PLTBg dan CBG Diresmikan

Inovasi Energi Berkelanjutan di Tanah Papua
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Compressed Biomethane Gas (CBG) pertama di tanah Papua resmi beroperasi. Peresmian dua fasilitas energi terbarukan ini dilakukan pada Jumat, 1 Agustus, di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Fasilitas ini dibangun oleh TSE Group, sebuah perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, melalui unit usahanya, PT Berkat Cipta Abadi (BCA).
Proyek ini dimulai sejak 23 September 2023 dan selesai pada Juli 2025. Dengan kapasitas produksi listrik sebesar 2 MW dan produksi Bio-CNG sebesar 3.360 kg per hari, fasilitas ini menggunakan bahan baku limbah cair kelapa sawit (Pome). Luas area yang digunakan mencapai 11.931 meter persegi atau sekitar 1,2 hektar.
Presiden Komisaris TSE Group, Robert Seung, menjelaskan bahwa pembangunan PLTBg dan CBG merupakan realisasi dari visi perusahaan dalam membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan, efisien, inovatif, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, melalui fasilitas ini, TSE Group tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi solusi energi yang nyata. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam perjalanan perusahaan menuju visi global untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emissions).
“Fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 1.000 meter kubik limbah cair kelapa sawit (Pome) setiap hari. Melalui proses biogas, limbah ini menghasilkan gas metana yang sebagian besar digunakan untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan yang mendukung operasional pabrik dan kantor perusahaan,” ujarnya.
Selain itu, sisa gas metana tersebut dikompresi menjadi CBG dan digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan solar pada genset. Inisiatif ini memungkinkan pengurangan konsumsi solar hingga 1 juta liter per tahun. Selain itu, penggunaan CBG juga meningkatkan efisiensi energi di seluruh fasilitas operasional kantor TSE Group.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi
Penggunaan PLTBg dan CBG tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti solar, perusahaan dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan keberlanjutan bisnis.
Limbah yang sebelumnya dianggap sebagai sampah kini menjadi sumber daya yang bernilai. Proses pengolahan Pome menjadi energi terbarukan menunjukkan komitmen TSE Group dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan.
Langkah Menuju Keberlanjutan
TSE Group terus berupaya untuk memperluas penggunaan energi terbarukan di berbagai aspek operasionalnya. Selain PLTBg dan CBG, perusahaan juga berinvestasi dalam proyek-proyek lain yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi energi.
Dengan adanya fasilitas ini, TSE Group menunjukkan bahwa pengembangan industri kelapa sawit bisa sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat digunakan untuk mengubah masalah menjadi peluang.
Kesimpulan
Pembangunan PLTBg dan CBG di Merauke menjadi bukti komitmen TSE Group dalam mendorong keberlanjutan. Dengan mengubah limbah menjadi energi, perusahaan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Inisiatif ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.