Peringatan Megawati Kepada Kader PDIP Jateng, Tak Ingin Kalah Lagi dalam Pemilu

Megawati Mengingatkan Kader PDIP di Jawa Tengah
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato politik yang penuh dengan pesan keras kepada kader partainya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penutupan Kongres VI PDIP yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, pada Sabtu (2/8/2025). Salah satu topik utama yang dibahas adalah kekalahan PDIP di Jawa Tengah (Jateng) dalam pemilihan gubernur 2024.
PDI Perjuangan mengusung Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng. Namun, hasil akhir menunjukkan bahwa pasangan ini kalah dari pasangan lain yang diusung oleh partai-partai lain. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Megawati, yang meminta kader PDIP di Jateng untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
Kekalahan PDIP di Jawa Tengah
Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai "Kandang Banteng", yaitu basis suara tradisional PDIP. Namun, pada Pilpres 2024, pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP justru kalah telak dari pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Kekecewaan terhadap hasil ini juga terjadi dalam Pilkada Jateng 2024, di mana Andika Perkasa-Hendrar Prihadi kalah dari Ahmad Luthfi-Taj Yasin.
Hasil rekapitulasi suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Taj Yasin, meraih 11.323.071 suara atau 59,13 persen. Sementara itu, Andika-Hendi hanya mendapatkan 7.773.555 suara atau 40,85 persen. Meskipun PDIP masih memiliki kantong suara di beberapa wilayah seperti Kota Semarang dan Solo, hasil secara keseluruhan tetap menguntungkan lawan mereka.
Pesan Megawati kepada Kader PDIP
Dalam pidatonya, Megawati memberi peringatan tegas kepada para pengurus DPD Jateng. Ia menegaskan agar kader partai tidak membuatnya malu lagi. “Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pengurus DPD Jateng yang hadir di arena kongres. Pengurus DPD Jateng yang duduk di sebelah kanan Megawati menjawab dengan “Siap”.
Namun, Megawati menekankan bahwa sikap kerja dan disiplin lebih penting daripada sekadar teriakan. Ia mencontohkan bagaimana banyak peserta kongres yang terlambat masuk setelah istirahat siang. “Coba tadi yang disuruh masuk aja tadi susahnya. Nah itu bagian dari disiplin,” jelasnya.
Sejarah PDIP di Jawa Tengah
Megawati juga mengulas rekam jejak PDIP di Jawa Tengah. Ia menceritakan bahwa ia bergabung dengan partai ini sejak 1986 dan terpilih sebagai anggota DPR pada 1987. Selama bertahun-tahun, PDIP selalu unggul di wilayah ini, bahkan dalam tiga kali pemilu berturut-turut. Istilah "Kandang Banteng" pun menjadi populer karena dominasi partai ini.
Namun, saat ini situasi berubah. Megawati menyadari bahwa PDIP tidak lagi menjadi kekuatan dominan di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa kader harus bekerja keras dan tidak boleh lengah.
Penetapan Pengurus PDIP
Setelah Kongres VI PDIP, Megawati kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PDIP. Ia juga langsung memegang jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, yang sebelumnya dijabat oleh Hasto Kristiyanto. Dalam acara tersebut, Megawati melantik 37 nama pengurus DPP PDIP yang baru.
Kekalahan di Jawa Tengah menjadi pelajaran berharga bagi PDIP. Megawati berharap kader partai bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan bangkit kembali dalam pemilu mendatang. Ia menegaskan bahwa PDIP harus tetap menjadi partai yang kuat dan disiplin, serta tidak mudah terpuruk meski menghadapi tantangan.