Catatan Premium: Lo Kheng Hong Akuisisi Saham hingga Kemitraan Emiten Haji Isam

Kemitraan Bisnis Keluarga Haji Isam yang Membuat Laba JARR dan PGUN Melesat
Dua perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal sebagai Haji Isam, yaitu PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pertiwi Guna Nusantara Tbk (PGUN), mencatatkan kenaikan laba yang signifikan. Perkembangan ini tidak lepas dari kemitraan bisnis antara kedua perusahaan maupun dengan pihak ketiga.
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) berhasil meningkatkan laba bersih pada semester pertama tahun 2025 sebesar 82,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih JARR naik menjadi Rp160,39 miliar dari sebelumnya hanya Rp87,84 miliar. Peningkatan ini menunjukkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan sangat efektif dalam menghadapi dinamika pasar.
Investor Kakap JP Morgan Cs Berbeda Arah di Saham BBCA
Pada perdagangan menjelang akhir pekan, tercatat adanya perbedaan arah dari para investor kakap seperti JP Morgan Cs di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Harga saham BBCA ditutup menguat 0,3% ke level Rp8.300 pada perdagangan Jumat, 1 Agustus 2025. Meski demikian, beberapa investor besar terlihat memilih jalur yang berbeda dalam mengambil posisi di saham bank milik Grup Djarum ini.
Petrosea Perluas Cakupan Bisnis ke Tambang Nikel dan Emas
Emiten kontraktor pertambangan milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), terus melakukan ekspansi bisnis. Selain fokus pada sektor pertambangan batu bara, perusahaan juga mulai menargetkan tambang nikel dan emas. Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan operasional dan meningkatkan potensi pendapatan.
Tidak hanya di dalam negeri, PT Petrosea Tbk juga berambisi memperluas sayapnya ke pasar internasional. Perusahaan yang dikendalikan oleh PT Kreasi Jasa Persada, yang merupakan anak perusahaan dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), terus mencari peluang baru di luar negeri.
Morgan Stanley Pasang Target Baru di Harga Saham BBRI
Morgan Stanley dan sejumlah lembaga keuangan lainnya memberikan target harga baru untuk saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hal ini dilakukan setelah BRI mengumumkan kinerja keuangan selama semester pertama tahun 2025. Meskipun laba bersih konsolidasi BRI turun sebesar 11,53% secara tahunan (YoY) menjadi Rp26,28 triliun, penurunan ini tidak sepenuhnya mengurangi optimisme para analis terhadap prospek perusahaan.
Duo Investor Lo Kheng Hong dan Haiyanto Borong Saham
Dalam sesi perdagangan bulan lalu, dua investor individu ternama, yaitu Lo Kheng Hong dan Haiyanto, tercatat melakukan pembelian saham secara bersamaan. Data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa aksi keduanya terjadi pada sesi terakhir Juli 2025. Kebijakan investasi mereka menunjukkan bahwa mereka melihat potensi positif dari sejumlah saham tertentu di pasar modal Indonesia.