KPPU Italia Denda Shein Rp 18,96 M atas Tuduhan Greenwashing

Penindakan terhadap Shein karena Praktik Greenwashing
Otoritas persaingan usaha di Italia, yaitu AGCM, memberikan sanksi berupa denda sebesar 1 juta euro atau setara dengan Rp 18,96 miliar (kurs Rp 18.960) kepada perusahaan e-commerce fesyion asal Tiongkok, Shein. Denda ini diberikan karena Shein dinilai melakukan praktik greenwashing, yaitu menyesatkan pelanggan mengenai dampak lingkungan dari produk-produknya.
Ini bukanlah sanksi pertama yang diterima oleh Shein dari otoritas persaingan usaha Eropa dalam waktu singkat. Sebelumnya, pada 3 Juli, Prancis juga memberikan denda sebesar 40 juta euro atau sekitar Rp 758,36 miliar kepada perusahaan tersebut karena adanya penawaran diskon palsu dan klaim lingkungan yang tidak benar.
AGCM bertanggung jawab atas perlindungan konsumen dan menjaga persaingan usaha yang sehat. Denda yang diberikan kepada Infinite Styles Services Co. Limited, sebuah perusahaan berbasis di Dublin yang mengelola situs web Shein di Eropa, merupakan hasil dari investigasi yang dilakukan oleh AGCM sejak September 2024.
Penyebab Denda dan Kritik terhadap Shein
Dalam pernyataannya, Shein menyatakan bahwa mereka telah bekerja sama sepenuhnya dengan AGCM dan segera mengambil langkah-langkah untuk menangani kekhawatiran yang diajukan. Namun, AGCM menemukan bahwa pesan-pesan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial di situs web Shein sering kali tidak jelas, terlalu umum, atau terlalu menekankan, sehingga dapat menyesatkan konsumen.
Klaim Shein tentang desain sistem sirkular dan daur ulang produk disebut tidak akurat atau membingungkan. AGCM juga menyatakan bahwa kredensial ramah lingkungan dari koleksi 'evoluSHEIN by design' dilebih-lebihkan. Shein mempromosikan koleksi ini sebagai pakaian yang dibuat dengan proses manufaktur yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Namun, AGCM menemukan bahwa klaim ini tidak sepenuhnya benar. Konsumen bisa disesatkan dengan berpikir bahwa koleksi tersebut dibuat dari bahan yang sepenuhnya dapat didaur ulang. Fakta yang sebenarnya adalah bahwa serat yang digunakan dan sistem daur ulang yang ada saat ini tidak sepenuhnya mendukung klaim tersebut.
Tanggapan Shein dan Persyaratan Lingkungan
Shein merespons dengan menyatakan bahwa mereka telah memperkuat proses peninjauan internal dan meningkatkan situs web mereka agar semua klaim lingkungan menjadi jelas, dapat diverifikasi, dan sesuai dengan regulasi. Meskipun demikian, AGCM tetap mengkritik komitmen Shein yang "tidak jelas dan generik" untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 25% pada tahun 2030 dan mencapai nol bersih pada tahun 2050.
Lembaga tersebut juga mencatat bahwa emisi Shein meningkat pada tahun 2023 dan 2024. Selain itu, AGCM menyatakan bahwa penilaian keseluruhan terhadap Shein dipengaruhi oleh "peningkatan tanggung jawab" yang dibebankan kepada perusahaan tersebut, karena Shein beroperasi di sektor yang sangat berpolusi dan menggunakan metode yang sangat berpolusi.
Langkah-Langkah yang Diperlukan
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam praktik bisnis perusahaan, terutama dalam konteks keberlanjutan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan, perusahaan harus lebih hati-hati dalam menyampaikan informasi mengenai dampak lingkungan produk mereka.
Regulasi seperti yang diterapkan oleh AGCM diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk lebih bertanggung jawab dan menghindari tindakan yang menyesatkan konsumen. Hal ini juga menjadi pengingat bagi perusahaan lain untuk memastikan bahwa klaim lingkungan mereka benar-benar dapat dibuktikan dan sesuai dengan standar yang berlaku.