Brasil Menolak Usulan Pindahkan COP30 Meski Biaya Naik Drastis

Brasil Tetap Pertahankan Lokasi COP30 di Kota Belém, Meski Ada Tekanan
Presiden COP30, André Correa do Lago, menyatakan bahwa konferensi iklim global yang akan digelar pada November mendatang tetap akan diadakan di Kota Belém, Amazon. Pernyataan ini diberikan setelah banyaknya tekanan dari delegasi internasional mengenai kenaikan harga akomodasi di kota tersebut.
“COP akan diadakan di Belém, pertemuan para pemimpin juga akan diadakan di Belém. Tidak ada rencana B,” ujar Correa do Lago kepada wartawan pada hari Jumat (1/8). Pernyataannya menunjukkan komitmen penuh pihak Brasil terhadap lokasi acara tersebut, meskipun ada kekhawatiran logistik dan biaya tinggi yang muncul.
Masalah Logistik dan Biaya Akomodasi Mengganggu Persiapan
Masalah utama yang muncul adalah kenaikan harga akomodasi di Belém. Kekurangan kamar hotel membuat tarif melonjak hingga 10 hingga 15 kali lipat dari harga normal. Hal ini memicu kekhawatiran dari negara-negara berkembang yang khawatir tidak mampu membayar biaya akomodasi selama acara berlangsung.
Pada pertemuan darurat di biro iklim PBB, beberapa perwakilan negara menekan Brasil untuk memindahkan sebagian dari konferensi, misalnya pertemuan para pemimpin dunia, agar bisa mengurangi tekanan pada akomodasi. Namun, Brasil menolak ide tersebut. UNFCCC, yang merupakan sekretariat iklim PBB, memberikan saran tentang potensi pemindahan bagian-bagian dari COP30, tetapi tidak memberikan komentar lebih lanjut.
Peran Hotel dan Infrastruktur di Belém
Hotel-hotel di Belém jumlahnya sangat terbatas, sehingga sulit memenuhi permintaan besar dari peserta konferensi. Meskipun pemerintah telah berkomunikasi dengan pemilik hotel dan agen real estat, hukum Brasil tidak memungkinkan intervensi langsung dari pemerintah dalam proses negosiasi harga.
Pemerintah Brasil menegaskan bahwa persiapan konferensi berjalan sesuai rencana. Mereka juga telah melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan infrastruktur di Belém. Dengan dana ratusan juta dolar, kota ini dilengkapi fasilitas yang cukup memadai untuk menyelenggarakan acara global.
Kebijakan Akomodasi untuk Delegasi Negara Berkembang
Brasil menawarkan 10 hingga 15 kamar untuk delegasi negara-negara berkembang dengan harga hingga US$ 220 atau sekitar Rp 3,6 juta per malam. Namun, jumlah ini melebihi bantuan yang diberikan oleh PBB kepada diplomat, yaitu sebesar US$ 146 atau sekitar Rp 2,39 juta per malam untuk akomodasi, makanan, dan transportasi.
Correa do Lago menyatakan bahwa masalah infrastruktur dan biaya tinggi justru mengganggu fokus pada isu-isu substantif yang akan dibahas selama COP30. Ia menilai bahwa hotel-hotel di Belém belum menyadari dampak krisis yang mereka ciptakan.
Platform Pemesanan Online Menunjukkan Keterbatasan
Pada hari Jumat (1/8), Brasil membuka platform pemesanan kamar untuk umum. Namun, situs web tersebut menunjukkan daftar tunggu hampir 2.000 orang. Tarif kamar yang ditawarkan mulai dari US$ 360 hingga US$ 4.400 per malam, yang jauh lebih mahal dari bantuan yang diberikan PBB.
Meski ada tantangan logistik, Brasil tetap bersikeras bahwa konferensi akan berjalan lancar. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva juga menegaskan komitmennya untuk menyajikan hutan hujan Amazon sebagai pusat diskusi iklim global.
Harapan untuk Kepemimpinan Global
Dengan penyelenggaraan COP30 di Belém, Brasil ingin menunjukkan komitmen mereka terhadap lingkungan dan kerja sama global. Meski ada tantangan, pihak berwenang percaya bahwa acara ini akan menjadi momen penting dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.