Tes Kesehatan Gratis Sekolah Termasuk Pemeriksaan Kejiwaan, Siswa Isi Kuesioner dari Rumah

Tes Kesehatan Jiwa Siswa di Sekolah Mulai Diterapkan
Pemerintah kini telah memperluas cakupan layanan kesehatan gratis (CKG) yang diberikan kepada siswa sekolah. Salah satu bagian penting dari CKG ini adalah tes kejiwaan yang dilakukan untuk menilai kondisi mental para siswa. Hal ini dilakukan mengingat meningkatnya angka gangguan kesehatan mental di kalangan remaja.
Salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus gangguan mental pada remaja adalah kecanduan gadget. Banyak anak muda kini rentan mengalami depresi dan kecemasan akibat penggunaan media digital yang berlebihan. Oleh karena itu, tes kejiwaan menjadi salah satu bagian dari 14 jenis pemeriksaan yang disediakan dalam CKG sekolah.
Teknis Pelaksanaan Tes Kejiwaan
Untuk menjalani tes kejiwaan, pihak sekolah terlebih dahulu membagikan kuesioner kepada siswa. Kuesioner tersebut mencakup pertanyaan-pertanyaan tentang riwayat penyakit dan kondisi kesehatan jiwa. Siswa SMA diberi kesempatan untuk mengisi kuesioner tersebut di rumah, dengan bimbingan orang tua jika diperlukan.
Kepala Puskesmas Pulogadung, Titta Gusni Salim, menjelaskan bahwa setiap pertanyaan dalam kuesioner disesuaikan dengan usia siswa. Contohnya, pertanyaan bisa berkisar pada apakah siswa mengalami gangguan tidur, rasa takut atau cemas, kesulitan makan, atau sulit berinteraksi dengan orang lain.
"Proses screening ini bertujuan untuk mendeteksi gejala awal gangguan kesehatan mental," kata Titta saat ditemui di SMK Negeri 26 Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (4/8/2025).
Jika ada tanda-tanda gangguan kesehatan mental, siswa akan dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Pihak puskesmas juga menyediakan layanan psikolog agar siswa dapat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Layanan Konseling Gratis untuk Semua Kalangan
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki layanan konseling gratis bernama Jak Care. Layanan ini tersedia bagi siapa saja, baik remaja maupun lansia, yang merasa memiliki risiko gangguan mental. Para pengguna dapat menghubungi layanan ini melalui panggilan darurat 7x24 jam.
Titta menjelaskan bahwa layanan ini sangat penting karena memberikan jaminan kerahasiaan. "Banyak orang merasa malu untuk datang langsung, tetapi melalui Jak Care mereka bisa berkomunikasi secara aman," tambahnya.
Pengalaman Siswa Saat Mengisi Kuesioner
Aghan, seorang siswa kelas 12 di SMK N 26, menerima kuesioner tes kejiwaan tiga hari sebelum pelaksanaan CKG. Ia mengisi kuesioner tersebut bersama orang tuanya di rumah. Pertanyaan yang diajukan cukup sederhana, seperti apakah ia merasa takut atau sedih, apakah ia mengalami kesulitan tidur dalam beberapa minggu terakhir, atau apakah ia sering merasa cemas.
"Kami menjawab pertanyaan tersebut secara jujur. Ini membantu kami lebih memahami kondisi diri sendiri," ujar Aghan.
Tujuan CKG untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan
Pemerintah menyatakan bahwa CKG bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Selain itu, CKG juga berfungsi sebagai deteksi dini penyakit dan meningkatkan kualitas hidup individu.
CKG sekolah merupakan bagian dari program CKG masyarakat umum yang telah dimulai sejak 10 Februari 2025. Dengan adanya tes kejiwaan, pihak sekolah dan pemerintah berharap bisa memberikan perlindungan kesehatan yang lebih komprehensif kepada para siswa.