ZMedia Purwodadi

Banyak Main Gadget Akhir Pekan Picu Obesitas Muda

Table of Contents
Featured Image

Masalah Gizi Lebih dan Obesitas pada Mahasiswa

Masalah gizi lebih dan obesitas terus meningkat di berbagai kelompok usia masyarakat. Hal ini tidak hanya terjadi pada kalangan dewasa, tetapi juga menjangkau para mahasiswa yang seharusnya menjadi generasi muda yang aktif dan sehat. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian gizi lebih pada mahasiswa semakin mengkhawatirkan karena dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Perubahan gaya hidup akibat tinggal di lingkungan perkotaan turut berkontribusi pada peningkatan masalah gizi lebih. Kehidupan perkotaan sering kali membuat mahasiswa mengalami perubahan perilaku, termasuk dalam hal aktivitas fisik dan pola makan. Perpindahan dari masa sekolah ke masa kuliah membawa tantangan baru, seperti kesadaran diri yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih besar, yang bisa memengaruhi pilihan gaya hidup mereka.

Selain itu, kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan dunia. Penggunaan internet, komputer, dan smartphone semakin meningkat. Salah satu aspek penting dari penggunaan teknologi adalah waktu layar (screen time), yaitu durasi waktu yang digunakan untuk berhadapan dengan media elektronik seperti TV, komputer, atau smartphone. Screen time termasuk dalam aktivitas sedentary, yaitu aktivitas yang memerlukan sedikit energi dan biasanya dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring.

Penggunaan screen time yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung koroner. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 28,4% mahasiswa mengalami masalah gizi lebih dan obesitas. Rata-rata waktu penggunaan smartphone mencapai sekitar 4 jam 20 menit setiap hari, baik saat hari kerja maupun akhir pekan.

Penelitian juga menemukan bahwa semakin lama waktu layar yang digunakan untuk aktivitas di luar tugas kuliah, semakin tinggi risiko status gizi lebih. Pada mahasiswa yang obesitas, waktu layar yang digunakan untuk aktivitas media sosial dan mendengarkan musik lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dengan status gizi normal.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tampak bahwa penggunaan waktu layar di akhir pekan memiliki hubungan erat dengan kejadian gizi lebih dan obesitas. Kemungkinan besar, saat seseorang menggunakan waktu layar, mereka cenderung mengonsumsi camilan atau makanan tinggi kalori, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi dan akhirnya memicu obesitas.

Oleh karena itu, penggunaan waktu luang di akhir pekan sebaiknya lebih difokuskan pada aktivitas fisik daripada penggunaan smartphone. Aktivitas fisik seperti olahraga, berjalan kaki, atau bermain olahraga dapat membantu menjaga keseimbangan energi dan mencegah masalah gizi lebih serta obesitas. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka secara lebih optimal.