Program Kesehatan Gratis untuk 8,6 Juta Siswa Jabar Dimulai

Program Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar di Jawa Barat
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar SD, SMP, SMA, dan sederajat secara resmi diluncurkan serentak. Tujuan dari program ini adalah untuk memastikan kesehatan para siswa di berbagai jenjang pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan program CKG dapat mencapai 8,6 juta murid se-Jabar hingga Desember 2025.
Secara nasional, program tersebut menyasar sekitar 53 juta pelajar dari 230.000 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, termasuk lembaga pendidikan Islam atau madrasah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program ini dimulai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah. Ia menegaskan bahwa jumlah pelajar yang ada mencapai 53 juta, dan sekolah-sekolah serta madrasah yang terlibat mencapai 230.000 unit.
Menurut Budi, setiap puskesmas akan melibatkan sekitar 30-40 tenaga kesehatan dalam pelaksanaan program CKG. Dengan jumlah puskesmas di Indonesia yang mencapai sekitar 10.000 unit, maka total tenaga kesehatan yang terlibat dalam program ini mencapai lebih dari setengah juta orang.
Paket pemeriksaan kesehatan dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk pelajar SD, terdapat 13 tes, sedangkan untuk pelajar SMP ada 15 tes, dan pelajar SMA ada 14 tes. Salah satu tes yang dilakukan adalah pemeriksaan mata. Menurut Budi, banyak siswa mengalami gangguan penglihatan akibat penggunaan gawai berlebihan. Pencegahan masalah mata bisa dilakukan dengan mengurangi screen time. Kasus gangguan mata meningkat sejak maraknya penggunaan ponsel dan gadget karena kebiasaan melihat layar dalam jarak dekat.
Budi juga menyoroti adanya kasus gangguan mata pada beberapa siswa. Dari 14 siswa yang diperiksa, 9 di antaranya memiliki masalah mata. Hal ini dapat memengaruhi prestasi akademik mereka, karena nilai jelek tidak selalu disebabkan oleh ketidaktahuan, tetapi juga karena kesulitan melihat dengan jelas. Dengan demikian, program ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi kesehatan siswa agar mereka bisa belajar dengan optimal.
Meski begitu, Budi tidak memastikan apakah CKG anak sekolah meliputi tes urine narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (napza). Ia menyatakan bahwa tes urine mungkin ada, namun tes napza tidak dilakukan. Yang dilakukan adalah tes kejiwaan. Di tingkat SD, SMP, dan SMA, tes kejiwaan menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan.
Permasalahan kesehatan masyarakat yang paling tinggi adalah terkait kesehatan gigi. Budi menambahkan bahwa penanganan masalah gigi tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga di sekolah. Ia menyarankan kepada kepala sekolah untuk memanfaatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga dokter dari puskesmas bisa rutin datang ke UKS untuk melakukan pemeriksaan.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura menyatakan bahwa program CKG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul. Selain CKG, program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat juga dilakukan. Inovasi kebijakan ini bertujuan untuk mencegah risiko-risiko kesehatan dan menjamin masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Data dari program CKG akan digunakan oleh berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Data ini akan membantu memenuhi standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa data ini akan dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memenuhi 69 indikator dalam standar pelayanan minimal tersebut.
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan berharap CKG dapat membantu sekolah dan orang tua dalam memantau kesehatan siswa sekaligus mendeteksi masalah sejak dini. Meskipun tanggung jawab provinsi hanya mencakup SMA/SMK, Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan pemkab/pemkot untuk menjangkau peserta SD dan SMP. Hasil pemeriksaan awal di SMPN 5 Bandung menunjukkan bahwa 9 dari 14 siswa mengalami gangguan mata dan gigi, angka yang cukup memprihatinkan.
Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi menjelaskan bahwa program ini telah disosialisasikan empat kali sebelumnya. Karena keterbatasan puskesmas, pemeriksaan dijadwalkan bertahap per jenjang kelas. Pemeriksaan dimulai dari kelas VII SMP, kemudian berlanjut ke jenjang lain dengan sistem tim puskesmas bergerak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi tengah mempersiapkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di sekolah. Program nasional yang digelar mulai 4 Agustus 2025 tersebut menyasar pelajar usia 7-17 tahun untuk memastikan kondisi kesehatan mereka mendukung tumbuh kembang lebih optimal. Targetnya sekitar 72.449 siswa dari mulai SD, SMP, SMA dan sederajat. Pihaknya masih mempersiapkan peralatan untuk pelaksanaan CKG sekolah. Vaksin sudah siap semua, sedangkan bahan medis habis pakai (BMHP) masih dalam proses persiapan.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, pemeriksaan mata, gigi, dan lain-lain. Berdasarkan data Kemenkes, untuk siswa SD/sederajat terdapat 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, gigi, mata, telinga, kesehatan mental, dan riwayat imunisasi.