Lotim Mulai Imunisasi HPV Anak Perempuan pada Agustus, Target 100 Persen

Pemerintah Lombok Timur Berkomitmen Memperkuat Perlindungan Generasi Muda Perempuan
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam melindungi generasi muda perempuan dari ancaman kanker serviks. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menggelar Pertemuan Koordinasi Penjangkauan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak perempuan di luar sekolah. Kegiatan ini berlangsung di Prime Park Hotel & Convention, Mataram, Rabu 30 Juli 2025.
Imunisasi HPV adalah pemberian vaksin untuk mencegah infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Vaksin ini paling efektif diberikan kepada anak perempuan sebelum mereka aktif secara seksual, sehingga sistem imun dapat membentuk perlindungan maksimal terhadap virus tersebut.
Kadinkes Lombok Timur, H. Fathurrahman, menyampaikan bahwa program imunisasi HPV akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2025. Sasaran imunisasi meliputi anak perempuan usia 12 tahun (kelas 5 dan 6 SD/MI sederajat), usia 15 tahun (kelas 9 SMP/MTs/sederajat), serta anak-anak yang berada di usia pendidikan dasar tetapi tidak bersekolah.
“Imunisasi HPV ini sangat penting untuk mencegah penyakit serius di masa depan, terutama kanker serviks. Karena itu, kami menargetkan cakupan 100 persen di seluruh wilayah Lombok Timur,” tegas Fathurrahman.
Keterlibatan Seluruh Stakeholder
Pertemuan koordinasi ini melibatkan seluruh OPD terkait serta organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, sebagai bagian dari upaya menyukseskan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Dinas Kesehatan juga meminta dukungan dari pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan validasi data sasaran, serta penyisiran (sweeping) terhadap anak-anak yang belum terdata atau belum menerima imunisasi.
Terkait logistik, Dinkes Lotim akan mengajukan kebutuhan vaksin dan perlengkapan ke pemerintah pusat berdasarkan hasil validasi akhir. Hal ini untuk memastikan seluruh anak perempuan yang menjadi sasaran dapat menerima vaksin tepat waktu.
Peran Masyarakat dan Lintas Sektor
Fathurrahman juga menegaskan bahwa keberhasilan imunisasi HPV merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengapresiasi dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama yang terus mendorong kesadaran akan pentingnya imunisasi.
Beberapa langkah yang diambil oleh Pemkab Lombok Timur antara lain:
- Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Melalui sosialisasi dan edukasi kepada orang tua dan masyarakat luas tentang manfaat vaksin HPV.
- Koordinasi dengan Sektor Pendidikan: Memastikan semua anak perempuan yang masuk dalam target mendapatkan vaksin sesuai jadwal.
- Penguatan Sistem Logistik: Menyusun rencana pengadaan vaksin dan perlengkapan medis yang cukup untuk mencapai cakupan 100 persen.
- Partisipasi Aktif Masyarakat: Melibatkan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lokal dalam mempromosikan imunisasi HPV.
Tantangan dan Solusi
Meski memiliki komitmen tinggi, Pemkab Lombok Timur menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan program ini. Beberapa di antaranya adalah:
- Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Banyak orang tua masih meragukan manfaat vaksin HPV.
- Akses Layanan Kesehatan yang Tidak Merata: Wilayah tertentu di Lombok Timur masih sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan.
- Kurangnya Tenaga Medis yang Terlatih: Membutuhkan pelatihan tambahan bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan vaksinasi.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Lombok Timur telah menyiapkan strategi seperti:
- Pelatihan bagi Petugas Kesehatan: Meningkatkan kapasitas petugas dalam memberikan vaksin dan memberikan informasi kepada masyarakat.
- Kampanye Sosial: Menggunakan media massa dan platform digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
- Kolaborasi dengan Organisasi Lokal: Memanfaatkan jaringan organisasi masyarakat untuk menjangkau daerah-daerah yang kurang terlayani.
Target dan Harapan Masa Depan
Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkab Lombok Timur optimis target cakupan 100 persen imunisasi HPV dapat tercapai demi masa depan kesehatan perempuan yang lebih baik. Diharapkan, dengan adanya program ini, jumlah kasus kanker serviks di Lombok Timur bisa diminimalkan secara signifikan.