7 Adab Saat Buang Air Kecil yang Harus Diketahui, Jangan di Bawah Pohon dan Cari Tempat Terbuka

Keistimewaan Kencing dengan Posisi Jongkok dalam Ajaran Islam dan Kesehatan
Dalam ajaran Islam dan ilmu kesehatan, posisi jongkok saat kencing dianggap lebih baik dibandingkan kencing dengan posisi berdiri. Posisi ini tidak hanya memiliki manfaat kesehatan, tetapi juga sesuai dengan adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Salah satu bahaya dari kencing dengan posisi berdiri adalah risiko terkena penyakit batu kandung kemih. Hal ini disebabkan oleh pengendapan air seni dalam kandung kemih. Dengan kencing dalam posisi jongkok, kandung kemih akan tertekan sehingga seluruh air seni dapat keluar tanpa tersisa. Selain itu, biasanya kencing dengan posisi jongkok diikuti oleh buang gas, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Saat kencing dalam posisi jongkok, tekanan intra perut meningkat dan memicu peningkatan tekanan pada kandung kemih, sehingga aliran urin menjadi lebih lancar.
Berikut beberapa adab yang harus diperhatikan saat akan kencing menurut ajaran Islam:
-
Mendahulukan kaki kiri
Saat masuk ke kamar mandi atau toilet, sebaiknya melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu. Fokuslah dan jangan tergesa-gesa. Karena sedikit lengah bisa menjadi incaran setan. Sebelum masuk, bacalah doa: “Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khabaaitsi”, yang artinya “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan”. -
Mencari tempat yang mengalir
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah seseorang membuang air kecil di air tergenang yang tidak mengalir, lalu dia mandi di dalamnya.” Hal ini mengingatkan bahwa air seni atau tinja harus mengalir agar tidak menimbulkan penyakit. Jika kotoran mengendap, maka berisiko buruk bagi kesehatan. -
Menghindari tempat umum
Banyak orang yang kencing sembarangan, seperti di gang atau di bawah pohon. Perilaku ini termasuk kebiasaan buruk yang mendatangkan laknat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hindarilah dua hal yang akan mendatangkan laknat, yaitu yang membuang hajat di jalanan umum atau di tempat mereka bernaung.” -
Menutup diri
Saat hendak kencing, usahakan tidak terlihat oleh orang lain. Di tempat terbuka, sebaiknya menjauh dan menutup diri. Hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan, “Barangsiapa bercelak, hendaknya ia menutupi dirinya… dan barangsiapa ingin membuang hajat, maka hendaknya ia melindungi diri dari pandangan manusia.” -
Tidak boleh ngobrol
Di toilet umum, sering kali dua orang kencing dengan kamar mandi bersebelahan dan saling ngobrol. Padahal, hal ini harus dihindari. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah dua orang keluar untuk buang hajat dengan menyingkap aurat dan berbicara. Karena Allah tidak menyukai perbuatan itu.” -
Menggunakan tangan kiri untuk istinja
Banyak orang lupa mencuci kemaluan setelah kencing. Sebaiknya, gunakan tangan kiri untuk mencuci, baik dengan air maupun batu. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan saat sedang buang air kecil dan jangan memegang dengan tangan kanan saat berada di kamar mandi.” -
Berdoa sebelum dan sesudah kencing
Setelah keluar dari toilet, jangan lupa berdoa. Ucapkan doa “Ghufranaka”, yang artinya “Aku memohon ampunan-Mu” atau “Ampunilah aku”. Doa ini penting dilakukan agar mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT.