Hari Pertama CKG Pelajar: Siswa Takut Tes Darah, Obesitas Dilarang Makan Fast Food

Hari Pertama CKG Pelajar: Kegiatan Kesehatan yang Menyentuh Hati Siswa
Pada hari Senin (4/8), pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang khusus ditujukan kepada siswa SD hingga SMA. Sebanyak 53,8 juta siswa diharapkan dapat memperoleh manfaat dari program ini. Dalam pelaksanaannya, pejabat dari Kabinet Merah Putih hadir di 12 sekolah untuk mengawasi prosesnya secara langsung.
Baradatu Aulia Akbar, seorang siswa kelas X SMAN 6 Tangerang Selatan, merasa sedikit cemas saat melihat petunjuk “pemeriksaan darah” di meja petugas kesehatan. Namun, ia menyadari bahwa rasa takut itu tidak terlalu berlebihan. Menurutnya, sensasi seperti digigit semut adalah pengalaman yang tidak menyakitkan. Ia menjelaskan bahwa informasi tentang CKG sudah disampaikan kepada orang tua melalui WhatsApp beberapa minggu sebelumnya. Hal ini menjadi langkah penting dalam prosedur persetujuan orang tua atau wali murid agar anaknya bisa mengikuti tes kesehatan.
Dalam CKG untuk sekolah, ada sekitar 13 hingga 15 komponen pemeriksaan, tergantung tingkat pendidikan. Bara, sebagai siswa SMA, mendapatkan 14 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, aktivitas fisik, tekanan darah, dan lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bara memiliki kondisi obesitas dengan berat badan 93 kg dan tinggi 167 cm. Oleh karena itu, ia diberi saran untuk menjaga pola makan dan menghindari makanan cepat saji serta makanan berlemak.
Di SMAN 6 Tangerang Selatan, tidak ada siswa yang perlu dibujuk untuk mengikuti CKG. Mereka rapi duduk antrian untuk menjalani pemeriksaan. Salah satu siswi, Celsi Ramadani, juga mengaku takut pada tes gula darah menggunakan pen lancet, tetapi akhirnya merasa tenang setelah melalui proses tersebut. Ia juga diberi catatan tentang kebersihan gigi.
Pemeriksaan CKG untuk siswa berbeda dengan kelompok umur lain. Di sini, tidak dilakukan pengambilan darah yang banyak seperti biasanya. Selain itu, ada pemeriksaan kesehatan jiwa melalui kuisioner dan tes kebugaran yang dibantu oleh guru olahraga di setiap sekolah. Untuk siswa SD, diperiksa riwayat imunisasi, sedangkan siswi kelas IX SMP akan ditanyai tentang imunisasi HPV.
Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, yang meninjau SMAN 6 Tangerang Selatan, menemukan banyak siswa dengan masalah gigi dan dua siswa dengan tekanan darah tinggi. Ia menegaskan bahwa CKG bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini agar dapat ditangani lebih cepat.
Asnawi Abdullah, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), menjelaskan bahwa CKG adalah pintu masuk untuk budaya hidup sehat. Program ini juga menjadi tempat screening kesehatan yang penting, karena selama ini data kesehatan hanya berasal dari orang-orang yang sakit dan datang ke puskesmas. Jika CKG sukses, maka dapat memberikan gambaran lengkap tentang kondisi kesehatan masyarakat Indonesia.
Di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, CKG diawali dengan kegiatan senam pagi bersama. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bahkan bernyanyi bersama para murid. Setelahnya, ia memantau satu per satu lokasi pengecekan kesehatan untuk siswa-siswi kelas 1-6. Ada 305 murid yang menjalani 8 tes kesehatan di hari itu.
Mu’ti berinteraksi dengan para murid, bertanya apakah mereka takut dan menjelaskan makanan sehat dan tidak sehat. Ia juga menyarankan agar anak-anak tidak terlalu lama bermain handphone, terutama game seperti Roblox yang bisa memengaruhi perilaku mereka. Ia menyarankan konten edukatif seperti Dora the Explorer yang dapat membantu perkembangan problem solving anak-anak.
Rasa takut jelang CKG dirasakan oleh banyak siswa, terutama ketakutan terhadap jarum suntik. Namun, rasa takut itu perlahan hilang setelah mereka melewati berbagai pos pemeriksaan. Naila, siswi kelas 6 SD 02 Cideng, mengaku awalnya takut, tetapi akhirnya merasa seru dan belajar untuk lebih banyak makan sayur serta menjaga kesehatan. Aliza, salah satu siswi kelas 6, juga merasa takut di awal tetapi akhirnya merasa tenang setelah menjalani pemeriksaan. Ia diberi saran untuk membersihkan telinga dan berkunjung ke dokter gigi.