ZMedia Purwodadi

32 Siswa Terpilih Ikuti Kelas Olahraga Khusus di SMPN 2 Majalengka

Table of Contents
Featured Image

Program Kelas Khusus Olahraga di SMPN 2 Majalengka Dibuka Tahun Ajaran 2025/2026

Sebanyak 32 siswa terpilih resmi mengikuti program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang baru saja dibuka di SMPN 2 Majalengka untuk tahun ajaran 2025/2026. Program ini merupakan hasil inovasi dan kolaborasi antara Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka.

Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, H. Umar Ma’ruf, menjelaskan bahwa rencana pembukaan kelas khusus olahraga ini telah dipersiapkan sejak dua hingga tiga tahun terakhir. Ia menyampaikan rasa syukur karena akhirnya program ini disetujui dan ditetapkan secara resmi di SMPN 2 Majalengka.

“Alhamdulillah, dengan persetujuan dari Pj. Bupati sebelumnya dan Bupati saat ini, Bapak H. Eman Suherman, akhirnya program ini disetujui dan ditetapkan secara resmi,” ujar Umar saat ditemui awak media di SMAN 1 Majalengka pada Senin, 4 Agustus 2025.

Proses rekrutmen peserta KKO dilakukan dengan koordinasi bersama Kemendikbudristek, mengingat statusnya sebagai kelas khusus. Sebanyak 32 siswa terpilih berasal dari lulusan SD yang sudah memiliki prestasi olahraga, bukan sekadar hobi. Mereka ini telah berprestasi di ajang seperti PMBK dan O2SN. Pendaftaran pun dilakukan oleh kepala sekolah masing-masing.

Kelima cabang olahraga (cabor) yang dibuka dalam KKO ini meliputi: bola voli putri, renang, karate, bulu tangkis, dan atletik. Setiap cabor telah memiliki pelatih bersertifikat yang disiapkan oleh Dispora. Hal ini menunjukkan komitmen penuh dari pihak terkait dalam membangun fondasi olahraga yang kuat bagi para siswa.

Meski masih terdapat keterbatasan dalam sarana dan prasarana, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan, pihak sekolah telah menyediakan ruangan khusus yang disulap menjadi wisma sederhana bagi siswa luar daerah, sembari menunggu fasilitas asrama yang lebih memadai.

“Wakil Bupati sudah meninjau langsung. Memang masih ada kekurangan, tetapi semangat dari orang tua dan siswa sangat besar,” ujar Umar.

Program pembinaan berlangsung setiap hari, bukan hanya Sabtu dan Minggu. Para siswa sudah memulai aktivitas fisik sejak pukul 06.00 WIB, sebelum masuk kelas pada pukul 06.30 WIB, sesuai dengan surat edaran Bupati dan Gubernur Jawa Barat.

Untuk mendukung kegiatan, Disdik menyediakan makanan pagi dan siang, sementara Dispora menangani pelatih fisik dan pelatih cabang olahraga. Kombinasi antara pendidikan dan latihan olahraga ini diharapkan dapat membantu mencetak atlet-atlet muda berprestasi dari Majalengka.

“Kami terus berupaya menyempurnakan kekurangan yang ada demi mencetak atlet-atlet muda berprestasi dari Majalengka,” pungkas Umar.